| Berita |
| |
| Sosialisasi Kebijakan Pengolahan Persampahan |
Sumber : Kntr.Lingkungan Hidup dikirim pada tanggal 19-07-2010
 Pada tanggal 05 Mei sampai dengan 07 Mei 2010 Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan Sosialisasi Kebijakan Pengolahan Persampahan Se-Kecamatan Kepulauan Anambas berlangsung di Hotel Tarempa Beach dengan tema “Menuju Pengolahan Sampah Secara Terpadu dan Bernilai Ekonomis”. Kegiatan diikuti oleh masyarakat Anambas dan sejumlah unsur LSM, OKP, Ormas dan Instansi Pemerintah. |
|
 |
| Patkamla Terbakar dan Tenggelam dilaut Lingai, Istri Pj Bupati Anambas Hilang |
Sumber : Yudi - SM dikirim pada tanggal 21-05-2010
ANAMBAS - Hj Mauly Yulianty Istri Pj Bupati Anambas masih hilang bersama dua orang lainnya yaitu Yudha staf Humas, dan Serka Suhartono anggota TNI AL. Pasalnya Rombongan PKK yang menumpang Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Tambelan yang ditumpangi 22 orang rombongan tersebut tenggelam. Rombongan itu sendiri berangkat dengan tujuan Jemaja dan jemaja timur untuk memberikan bantuan kepada PKK. Sedangkan 19 orang lainnya selamat. |
|
 |
| Perjuangan Pembaretan Anggota Satpol-PP Kab. Kep. Anambas |
Sumber : Kantor Satpol-PP dikirim pada tanggal 14-04-2010
 Pada tanggal 1 – 2 April 2010 kemarin Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan pembaretan melalui Lintas Medan (Limed) yang kira-kira jaraknya 8 Km. |
|
 |
| Sidak Barang Beredar |
Sumber : DISPERINDAGKOP KAB.ANAMBAS dikirim pada tanggal 06-10-2009
 Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan Kabupaten Pemekaran di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik daerah sebagai berikut :
1. Kondisi georafis Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri pulau-pulau membutuhkan banyak pelaku perdagangan yang memasarkan produk dan pasokan barang untuk sampai konsumen di seluruh wilayah Kepulauan Anambas.
2. Letak Kabupaten Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia dan Vietnam, membuat Kabupaten |
|
 |
| Anggota DPRD Natuna DAPIL III Periode 2009-2014 |
Sumber : Koran Peduli (KP) Edisi No.063 dikirim pada tanggal 09-09-2009
Nama Anggota DPRD Natuna untuk Daerah Pemilihan (Dapil) III. |
|
 |
| Perolehan Suara Dapil III wilayah Anambas Kab. Natuna |
Sumber : - dikirim pada tanggal 09-09-2009
Perolehan suara Daerah Pemilihan (Dapil) III wilayah Anambas Kabupaten Natuna. |
|
 |
| KPU segera plenokan DPRD Anambas |
Sumber : Koran Peduli (Edisi 065) dikirim pada tanggal 09-09-2009
 Susunan kedudukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, dalam waktu dekat akan menjadi agenda penting KPUD Natuna. Pembahasan ini merujuk kepada Rekomendasi Keputusan KPU Jakarta Nomor 923/KPU/VII/2009 tanggal 23 Mei 2009 berkenaan dengan pelaksanaan pengisisan keanggotaan DPRD Kabupaten/Kota pemekaran yang ditujukan kepada KPUD Natuna. |
|
 |
| Pj. Bupati Anambas peroleh 2 (dua) Tanda Kehormatan |
Sumber : Anambas Pos dikirim pada tanggal 08-09-2009
Pada tanggal 17 Agustus 2009 di Instana Negara Jakarta, Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Bpk. Tengku Mukhtaruddin menerima Anugerah Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI. Penghargaan tersebut diperoleh Bpk. Tengku karena dirinya dianggap sebagai Pj. Bupati yang telah berhasil memimpin didaerahnya. Langsung saja, dua anugerah tanda kehormatan itu disandangnya sekaligus. |
|
 |
| Peresmian Kabupaten Kepulauan Anambas |
Sumber : Admin dikirim pada tanggal 26-09-2008
Menteri Dalam Negeri RI H. Mardiyanto meresmikan Kabupaten Kepulauan Anambas serta melantik Penjabat Bupati Kepulauan Anambas Drs. T. Mukhtaruddin (jumat, 26/09) di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang. |
|
 |
| Nelayan Asing Jadi Buruh Pelabuhan di Anambas |
Sumber : Admin dikirim pada tanggal 01-09-2008
Nelayan-nelayan asing dari Thailand dan Vietnam di Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang belum dideportasi terpaksa harus mencari pekerjaan sebagai buruh di pelabuhan-pelabuhan atau di pasar-pasar. Kondisi tersebut merisaukan buruh-buruh lokal karena nelayan-nelayan asing itu mau dibayar murah. "Nelayan asing yang berada di tengah masyarakat Tarempa berpotensi menimbulkan persoalan sosial," kata Ketua Umum Ikatan Kerukunan Keluarga Nelayan Anambas Tarmizi di Tanjung Pinang, Kamis (30/8). |
|
 |
| |
| |